Kamis, 13 Mei 2010

5 Perkara Yang Menutupi Mata Hati Manusia

"Buka Mataku, Buka Hatiku, Allah Terangilah Hidupku Dengan Sinar-Mu... "Ayo coba tebak, lagu siapa ini???" Yepz, ini lagu dari bang Opick yang berjudul Buka Mata Buka Hati. Tapi di sini ana nggak bakal ngebahas tentang bang Opick cuman pengen mengungkit sedikit tentang lirik lagu yang diatas tuch. Mungkin kita sering mengungkapkan doa seperti lirik lagunya bang Opick, selalu meminta di bukakan pintu hati kita. Nach, kalau kita sering minta doa seperti itu artinya Hati kita ini dapat tertutup juga dong. Terus, "Penyebabnya Apa?" twingg...twingg... (Berpikir yukz...!!!!) sudah belum berpikirnya... Bentar lagi!!! AAhaa... Jhie dah tau jawabannya... 

Mari kita Intip Jawabannya di bawah ini...!!!

Number One...
"Manusia hatinya bisa tertutup lantaran selalu memperturutkan HAWA NAFSU. Hawa Nafsu telah menjerumuskan kita pada perbuatan melanggar aturan-aturan yang di buat Allah SWT. "Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, "Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah." (Bukhari - Muslim). Dalam hadist ini menjelaskan salah satu contoh bahwa manusia itu harus pandai menahan hawa nafsunya,  pada waktu kita marah karena jika tidak pandai mengendalikan hawa nafsu tersebut bisa saja kita menjadi gelap mata dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam kondisi batin seperti ini manusia haruslah senantiasa beristigfar, berzikir kepada Allah agar dilindungi dari Hawa Nafsu Buruknya".

Number Two...
" Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka". Salah seorang sahabat bertanya: "Apakah karena kami (kaum Muslimin) ketika itu sedikit?” Rasulullah menjawab: "Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian 'wahn"'. Seorang shahabat Rasulullah bertanya: "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan 'wahn’ itu?" Dijawab oleh Rasulullah Saw: "Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati". (HR. Abu Dawud)
hadist diatas sangat menggambarkan kehidupan manusia sekarang ini. Penyakit CINTA DUNIA dan TAKUT MATI ini telah menjangkiti kita. Dimana sebagian dari kita enggan untuk melepaskan kenikmatan-kenikmatan dan terus mengejar urusan dunia sehingga Ibadah kepada allah terabaikan.  Apa saja dilakukan untuk memenuhi hasrat duniawi seperti melakukan suap demi mendapatkan jabatan atau pekerjaan yang diinginkan. Orang yang cinta dunia otomatis dilanda ketakutan terhadap kematian karena ia menganggap bahwa dunia ini adalah kekasihnya. Sebagaimana orang yang saling mencintai pasti takut untuk berpisah. Maka dari itu, jika penyakit ini telah melanda kita segeralah mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Dunia ini agar rasa zuhud tertanam kembali di diri kita".

Number Three
"Mata Hati manusia bisa tertutup karena pengaruh bisikan SYAITHON dan IBL IS. Karena berdasarkan pengertian secara terminologi Syaithon berasal dari kata "Syaithona" artinya jauh dari hak. Sedangkan Iblis berasal dari kata "Ablasa" artinya tidak punya kebaikan. Oleh karena itu, siapa saja yang telah tersihir oleh bujuk rayu syaithon dan ajakan iblis maka ia akan selalu jauh dari kebenaran dan tidak memiliki kebaikan sehingga Rahmat dan Kasih Sayang Allah jauh darinya. Bujuk Rayu dan Ajakan Iblis ini dapat dicegah dengan berusaha memeranginya dengan mengucapkan "A'udzuubillahi Minnasyaithonir Rojim (Aku berlindung dari godaan syaithon yang terkutuk)" dan mengingat Allah".

Number Four
" TABIAT BURUK. Salah satu contoh dari tabiat buruk manusia adalah Ghibah dan Su'udzon. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12 Allah SWT telah berfirman: " Wahai orang-orang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang". Di ayat ini sangat dijelaskan bahwa berburuk sangka dan menggunjing adalah salah satu hal tabiat yang tidak disukai oleh Allah, Tabiat yang tidak disukainya merupakan tabiat buruk. Tetapi terkadang kita juga sering mentradisikan tabiat buruk ini sehingga menjadi kebiasaan yang tak mudah kita tinggalkan begitu saja. Untuk meruntuhkan kebiasaan buruk tersebut dengan banyak berzikir dan segera bertobat kepada Allah. Kelak Tabiat Buruk kita itu akan tergantikan dengan Tabiat Baik yang akan mendatangkan pahala".

Number Five
"Tak ada Manusia di Muka Bumi ini tak Memiliki DOSA. Dosa adalah merupakan hal yang paling utama yang dapat menutupi manusia. Seseorang sering mengabaikan dosa-dosa kecil yang dilakukannnya tanpa ia barengi dengan Taubat sehingga dosa-dosa itu menumpuk dan menutupi mata hatinya. Maka dari itu manusia diperintahkan untuk beristigfar, memohon ampun kepada Allah. Allah telah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10-12 : "Maka Aku berkata (kepada mereka, "Mohonlah Ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu. Selain itu, Dosa juga dapat menghalangi turunnya musim yang teratur,  Rezeki yang merata, Anak-anak yang saleh dan Kesejukan dan keharmonisan hidup antarsesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan datang jika kita memintanya".

STOP!!! Akhirnya jawabannya diketahui semua...So, yang kalian lakukan apa??? "Belajar menjaga Hati agar Mata Hati ini nggak tertutup lagi"...Amin... Amin...Amin...^_^

     



     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar